Wednesday, February 14, 2018

GAYA HIDUP SEHAT ALA VEGETARIAN

VEGETARIAN adalah sebutan bagi orang yang hanya makan tumbuh-tumbuhan dan tidak mengonsumsi makanan yang berasal dari makhluk hidup seperti daging dan unggas, namun masih mungkin mengonsumsi produk olahan hewan seperti telur, keju, dan susu.

Gaya hidup sehat ini mulai diminati seiring meningkatnya kepedulian masyarakat terhadap kesehatan. Meski sejatinya, bangsa Indonesia sejak dulu telah biasa mengkonsumsi buah dan sayuran. Academy of Nutrion and Dietetics pada 2009 mengeluarkan hasil risetnya bahawa pola makan nabati berhubungan dengan rendahnya tekanan darah dan kolesterol. Pola makan ini juga mengurangi risiko terkena diabetes tipe 2. Secara keseluruhan, pola makan ini mengurangi risiko kanker dan penyakit kronis lainnya. Hanya saja seseorang mesti memiliki perencanaan yang matang saat ingin menjadi vegetarian. Pola makan yang tidak terencana menyebabkan pelakunya berisiko kekurangan nutrisi. Agar seimbang dan sehat, pola makan vegetarian pada dasarnya harus terdiri atas sayur, buah, kacang-kacangan, biji-bijian, dan padi-padian utuh.

Berikut ini merupakan beberapa jenis makanan yang penting untuk memastikan kebutuhan nutrisi :

1. Daun hijau gelap
Sayuran seperti kangkung, bayam, dan caisin, yang mengandung banyak nutrisi untuk tulang yaitu kalsium, magnesium, potassium, dan vitamin K. Daun yang berwarna gelap ini, dengan jumlah yang cukup sudah mencukupi kebutuhan protein dan lemak omega 3 dalam jumlah tidak banyak namun cukup penting untuk tubuh kita. Sayuran dengan daun berwarna gelap ini juga mengandung serat dan antioksidan

2. Kacang-kacangan
Kacang kaya protein, serat dan antioksidan. Inilah sumber protein terbaik dari kerajaan tanaman. Seiring berkembangnya jaman, jenis penyakit semakin beragam. Konon, penyebabnya adalah gaya hidup dan pola makan. Beragam cara untuk sehat pun dilakukan. Mulai dengan rutin berolahraga, cukup tidur, hingga mengkonsumsi makanan ala vegetarian.

3. Berry
Buah ini memiliki kandungan serat paling banyak, ditambah antioksidan yang mampu menigkatkan sistem kekebalan tubuh

4. Biji-bijian
Biji-bijian merupakan sumber penting untuk lemak sehat dan antioksidan seperti vitamin E. makanan ini juga mengandung protein dan karbohidrat.

5. Paprika, wortel, dan tomat

Makanan kaya warna menandakan jumlah nutrisi berlimpah di dalamnya. Rutin mengkonsumsi sayur dan buah aneka warna, meyakinkan kecukupan nutrisi untuk tubuh 
Baca selengkapnya

Tuesday, February 13, 2018

PEMUPUKAN SISTEM KOCOR YANG HEMAT BIAYA DAN TENAGA

APLIKASI PEMUPUKAN SISTEM KOCOR
Budidaya cabai salah satu kegiatan bercocok tanam yang memerlukan perhatian khusus dan membutuhkan keahlian dan ketekunan kita serta ilmu dan wawasan tentang cara budidaya cabai yang baik. Oleh karena itu dalam budidaya cabai harus menerapkan teknik yang sesuai dan benar, meliputi cara pengolahan lahan, pemberian pupuk dasar, pemberian pupuk susulan yang tepat, dan penanganan hama serta penyakit yang selalu menjadi momok menakutkan bagi petani cabai. Dengan kita mempelajari dan selalu berinovasi dalam menerapkan teknik dalam budidaya cabai.

Tanaman cabai membutuhkan asupan nutrisi yang cukup dan tepat agar tumbuh dan tumbuh secara maksimal. Selain pupuk dasar, tanaman cabai juga membutuhkan pemupukan susulan yaitu pemberian pupuk setelah tanam sampai masa panen. Pemupukan susulan dimaksudkan agar tanaman tidak kekurangan nutrisi pada saat pertumbuhan vegetatif, generative, sampai masa panen tiba.

Dalam pemberian pupuk susulan bisa di lakukan dengan 2 cara, yaitu dengan cara tabur dan cara kocor. Kedua aplikasi tersebut sesuai dengan kondisi musim, apabila musim kemarau pemupukan susulan lebih efektif dengan kocor, dan jika musim penghujan pemupukan susulan dilakukan dengan cara ditabur. Pemupukan susulan dengan cara di kocor atau pengocoran, lebih menguntungkan dari hemat waktu, tenaga karena sekaligus menyiram tanaman serta lebih hemat dalam penggunaan pupuk. Yang lebih utama dalam pemupukan susulan dengan teknik kocor ini yaitu nutrisi pupuk yang diperlukan oleh tanaman cepat diserap oleh tanaman.

Pemupukan susulan dengan cara kocor harus menggunakan dosis yang tepat. Maka dari itu kita harus membuat aplikasi yang sesuai dan mengandung unsur hara baik makro maupun mikro yang sangat.

Berikut ini dosis dan cara pemupukan susulan tanaman cabai untuk 700-1000 meter persegi atau 1000 tanaman :

1. Pemupukan susulan pertama pada fase vegetatif.
            Usia 1 – 4 minggu setelah tanam .
Urea
ZA
KCL
NPK
Pupuk Organik Cair
Interval

± 10 sdm

± 10 sdm

± 10 sdm

± 10 sdm

± 5-10 sdm

1 minggu

Aplikasi tersebut dicampur dengan ± 50 liter air, siramkan ±1 gelas setiap lubang tanam ( ± 200 cc ).
Pemupukan kocor

Pada usia 25 hst kita juga mengaplikasikan pemupukan daun dengan sistem semprot. Pupuk daun MKP dosis 3 – 6 sdm per tangki. Penambahan pupuk makro 250 gram per 200 liter air dan kalsium (Ca), interval penyemprotan 7 hari sekali sampai usia tanaman 70 – 75 hst. (Pupuk makro : Vita, Santa mikto, growmore).
Penyemprotan pupuk daun

2. Pemupukan susulan kedua pada fase generative.
            Usia > 30 hst dan seterusnya.
Urea
ZA
KCL
NPK
Pupuk Organik Cair
Interval

± 10 sdm

± 20 sdm

± 20 sdm

± 20 sdm

± 10-20 sdm

1 minggu


Aplikasi tersebut dicampur dengan ± 50 liter air, siramkan ± 2 - 3 gelas setiap lubang tanam ( ± 400 - 600 cc ).


Pada usia 25 hst kita juga mengaplikasikan pemupukan daun dengan sistem semprot. Pupuk daun MKP dosis 3 – 6 sdm per tangki. Pemberian pupuk sesuai dengan kebutuhan tanaman.

Dalam membuat aplikasi pemupukan dengan menggunakan pupuk makro atau pupuk kimia harus tepat jangan berlebihan, agar tanah pertanian kita tetap terjaga kwalitasnya.

Mari jadilah petani Indonesia yang bijak dalam menggunakan pupuk ataupun obat-obatan kimia.
Baca selengkapnya

Monday, February 12, 2018

JENIS-JENIS PUPUK ORGANIK HASIL PERKEMBANGAN TEKNOLOGI

Pupuk organic adalah pupuk yang sebagian atau selurnya berasal dari tanaman dan atau hewan yang telah melalui proses rekayasa. Pupuk organic mempunyai beragam jenis dan varian. Jenis-jenis pupuk organic dibedakan dari bahan baku, metode pembuatan, dan wujudnya.

Dewasa ini, teknologi pupuk organik berkembang pesat. Perkembangan ini tak lepas dari dampak pemakaian pupuk kimia yang menimbulkan berbagai masalah, mulai dari rusaknya ekosistem, hilangnya kesuburan tanah, masalah kesehatan, hingga masalah ketergantungan petani terhadap pupuk.

Secara umum, pupuk organik dibedakan berdasarkan bentuk dan bahan penyusunnya. Dilihat dari segi bentuk, terdapat pupuk organik cair dan padat. Sementara, dari bahan penyusunnya, ada pupuk hijau, pupuk kandang, dan pupuk kompos. Berikut ini informasi selengkapnya mengenai jenis-jenis pupuk organik yang perlu anda ketahui.

1. Pupuk hijau
Pupuk hijau berasal dari pelapukan tanaman, baik tanaman sisa panen maupun tanaman yang sengaja ditanam untuk diambil hijaunya. Tanaman yang biasa digunakan untuk pupuk hijau diantaranya dari jenis leguminosa (kacang-kacangan) dan tanaman air (azola). Jenis tanaman ini dipilih karena memiliki kandungan hara, khususnya nitrogen yang tinggi serta cepat terurai dalam tanah.

Di saat-saat tertentu, tanaman pagar dipangkas untuk diambil hijauannya. Hijauan dari tanaman leguminosa bisa langsung diaplikasikan pada tanah sebagai pupuk. Sementara itu, di lahan sawah para petani biasa menggunakan azola sebagai pupuk hijau

Azola merupakan tanaman pakis air yang banyak tumbuh secara liar di sawah. Tanaman ini hidup dilahan yang banyak mengandung air. Azola bisa langsung digunakan sebagai pupuk dengan cara dibenamkan kedalam tanah pada saat pengolahan lahan.

2. Pupuk Kandang.
Pupuk kandang berasal dari kotoran hewan seperti ungags, sapi, kerbau, dan kambing. Pupuk kandang banyak dipakai sebagai pupuk dasar tanaman karena ketersediaannya yang melimpah dan proses pembuatannya gampang.

Pupuk kandang tidak memerlukan proses pembuatan yang panjang seperti kompos. Kotoran hewan cukup didiamkan sampai keadaannya kering dan matan sebelum diaplikasikan ke lahan.

3. Pupuk kompos
Pupuk kompos dihasilkan dari pelapukan bahan organik melalui proses biologis dengan bantuan organisme pengurai. Organisme pengurai atau decomposer bisa beruapa mikroorganisme ataupun makroorganisme. Mikroorganisme decomposer bisa beruapa bakteri, jamur, atau kapang. Sementara, makroorganisme decomposer yang paling popular adalah cacing tanah.

Dewasa ini teknologi pengomposan sudah berkembang pesat. Berbagai varian decomposer beserta metode pembuatannya banyak ditemukan. Dengan begitu, pupuk kompos yang dihasilkan banyak ragamnnya, misalnya pupuk bakashi, vermikompos pupuk, pupuk organik cair, dan pupuk organik tablet.

4. Pupuk hayati organik
Pupuk hayati terdiri atas organisme hidup yang memiliki kemampuan untuk meningkatkan kesuburan tanah dan menghasilkan nutrisi penting bagi tanaman. Dalam peraturan Menteri Pertanian, pupuk hayati tidak digolongkan sebagai pupuk organic, tetapi sebagai pembenah tanah. Namun, dalam penerapannya di lapangan, seringkali dianggap sebagai pupuk organik.

Pupuk hayati secara alami menyediakan nutrisi melalui proses gradual dengan cara memfikasi unsur N dari atmosfer, melarutkan forfor, dan mensintesis zat-zat lain yang dibutuhkan tanaman. Jadi, dengan pupuk hayati siklus penyuburan tanah akan berlangsung terus-menerus dan berkelanjutan.


Baca selengkapnya

Sunday, February 11, 2018

5 MANFAAT DAHSYAT PUPUK ORGANIK

Pupuk organic berperan untuk menyediakan nutrisi bagi tanaman. Setidaknya ada 5 manfaat dahsyat pupuk organic yang harus anda ketahui.

Lantas, apa sajakan kelima manfaat itu? Untuk lebih jelasnya, simak ulasan berikut ini.

1. Memperbaiki struktur tanah
Pupuk organic merupakan material yang mempunyai sifat unik. Bisa menggemburkan tanah lempung yang solid, namun disisi lain juga bisa merekatkan tanah berpasir yang gembur. Karena sifatnya ini, pupuk organik bisa memperbaiki tanah pasir ataupun lempung.

Pupuk organik dapat merekatkan butiran-butiran halus pasir sehingga tanah menjadi lebih solid dan tanah berpasir pun bisa menyimpan air. Sementara, pada tanah liat yang didominasi oleh lempung, pupuk organik bisa memberikan pori-pori sehingga tanah tersebut menjadi gembur.

2. Sumber nutrisi tanaman lengkap
Pupuk organik mengandung berbagai nutrisi pentingyang dibutuhkan tanaman, baik yang sifatnya makro maupun mikro. Unsur makro yang dibutuhkan tanaman antara lain nitrogen (N), fosfor (P), kalium (K), sulfur (S), kalsium (Ca), dan magnesium (Mg).

Sementara unsur mikro adalah besi (Fe), tembaga (Cu), seng (Zn), klor (Cl), boron (B), molybdenum (Mo), dan aluminium (Al). pupuk organic yang dibuat dengan bahan baku yang lengkap bisa mengandung semua kebutuhan unsur hara tersebut.

3. Meningkatkan daya simpan air
Struktur kompos sangat menyerap air (higroskopis). Air yang dating disimpan dalam pori-pori dan dikeluarkan saat tanaman membutuhkannya melalui akar. Keberadaan air ini mempertahankan kelembapan tanah sehingga tanaman dapat terhindar dari kekeringan.

4. Meningkatkan kapasitas tukar kation
Dilihat dari sifat kimiawi, pupuk organic mempunyai kemampuan meningkatkan kapasitas tukar kation adalah kemampuan tanah untuk meningkatkan interaksi antar ion-ion yang ada dalam tanah

Yang memiliki kapasitas kation tinggi lebih mampu menyediakan unsur hara bagi tanaman disbanding tanah yang kapasitas ion rendah. Kandungan material organic yang tinggi akan meningkatkan kapasitas tukar kation tanah.

5. Meningkatkan aktivitas biologi tanah
Pupuk kompos mengandung mikroorganisme dekompomoser di dalamnya. Mikroorganisme ini akan menambah yang terdapat dalam tanah. Karena sifatnya yang melembabkan, suhu tanah menjadi ideal bagi tumbuh dan berkembang biota tanah. Aktivitas biota tanah ini yang mengasilkan sejumlah nutrisi penting agar bisa diserap tanaman secara efektif.


Baca selengkapnya

PISANG, BUAH BERNUTRISI UNTUK IBU HAMIL

Pisang, buah bernutrisi untuk ibu hamil ini sangat baik untuk dijadikan cemilan. Nutrisi yang terkandung dalam buah pisang sangat dibutuhkan oleh ibu dan janin. National Institutes of Healthnmerekomendasikan kepada ibu hamil untuk mengkonsumsi 3 – 4 porsi buah pisang setiap hari.

Pada pisang berukuran sedang mengandung 105 kalori, dimana jumlah tersebut cukup untuk memenuhi kebutuhan ibu hamil. Berikut ini manfaat baik buah pisang untuk ibu hamil.

1. Kaya akan asam folat
Asam folat berperan penting dalam perkembangan saraf dan otak, serta sumsum tulang elakang janin. Manfaat pisang lainnya yaitu untuk mencegah defisiensi asam folat yang menyebabkan bayi terlahir secara premature. Selain itu juga menghindari risiko bayi lahir cacat.

2. Mengandung vitamin B6
Dalam pisang terkandung itamin B6 yang dapat embantu meningkatkan pengembangan sel sistem syaraf pusat pada janin. Dengan jumlah yang tepat, vitamin B6 ini akan mengurangi morning sickness. Jumlah harian yang diperlukan ibu hamil untuk memenuhi vitamin B6 adalah 1,9 miligram. Satu pisang ukuran sedang dapat mengandung 4 miligram.

3. Sebagai sumber kalsium
Pada setiap 200 gram pisang mengandung 10 mg kalsium alami. Kalsium umumnya dikenal berguna untuk perkembangan tulang dan sistem rangka pada segala usia. Untuk syaraf, kalsium bermanfaat dalam memperlancar neurotransmitter dalam proses kontraksiotot pada perkembangan janin dalam kandungan.

4. Kaya protein
Pisang merupakan buah yang kaya protein yang berperan sebagai sumber kalori dan untuk pembentukan anti bodi bagi janin juga si ibu. Kekurangan protein dapat menyebabkan risiko bayi lahir dengan bibir sumbing. Protein alami dalam buah pisang adalah 2,5 gram setiap 225 gram pisang.

5. Mengurangi mual dan muntah
Pada pagi hari, ibu hamil seringkali merasa mual dan muntah. Hal ini terlihat selam trimester pertama kehamilan. Pisang dapat membantu dan mengurangi morning sickness jika dikonsumsi pada tahap awal kehamilan.

6. Berpengaruh baik untuk menyusui
Pisang akan membantu mengembalikan setiap mineral yang hilang bagi ibu menyusui. Mineral yang terkandung dalam pisang sangat diperlukan sebagai zat pembentuk ASI, terutama manfaat kalsiumnya.

Sumber : https://www.pertanianku.com

Baca selengkapnya

Saturday, February 10, 2018

MULAI PABRIK TUA HINGGA ATAP STADION

MULAI PABRIK TUA HINGGA ATAP STADION

Kini betanam di halaman, atap rumah, balkon apartemen dan lain sebagainya kembali marak di Ibukota Jerman, Berlin.

Bertanam sayuran di pekarangan pernah popular di era 1940-1950an di Jerman. Kebun rumah menjadi satu-satunya cara keluar dari krisis pangan pada masa perang dunia saat itu.

Kini, bertanam di halaman, atap rumah, balkon apartemen dan lain sebagainya kembali marak di Ibukota Jerman, Berlin. Kesadaran warga untuk bisa mendapatkan bahan pangan secara mudah dan murah menjadi penyebabnya.

Prinzeninnengarten di Kreuzberg adalah contohnya. Bekas lokasi industry tersebut, saat ini menjadi “surge hijau” bagi warga sekitar. Lokasi ini sekaligus menjadi tempat warga berkumpul, dan wadah kampanye pemkot tentang manfaat ruang hijau.

Bekas pabrik Malt tua di Berlin juga disulap menjadi lahan pertanian. Selada, paprika, tomat dan sayuran lain ditanam di atap dan bekas lahan parker. Pertanian yang dikelola oleh warga ini mampu menghasilakn25-30 ton sayuran setiap tahun dengan sistem Aquaponik.

Sementara di distrik Kreuzberg, terdapat perusahaan yang menggunakan sebagian lahan kosongnya untuk ditanami sayuran, yang bisa dipetik para pekerja saat panen.

Begitupun stadion sepakbola milik SC Freiburg. Terdapat gagasan untuk pengembangan stadion tersebut yang akan ditanami tomat, selada, rempah pada bagian atap stadion. Sedangkan untuk budidaya ikan dilakukan di lantai dasar stadion.

Sedangkan perusahaan telekomunikasi Nokia di Berlin, mengubah ruangan-ruangan kosong menjadi “lebih hijau”. Di atap gedungnya dipenuhi sayuran dan buah organic, seperti brokoli, kembang kol, cabai dan tomat.

Pendekatan pertanian perkotaan di Berlin telah mampu memberi pandangan baru warga tentang pangan hasil tanaman sendiri. Wargapun sangat antusias untuk melakukannya di halam rumahnya.


Sumber : Majalah IHorti
Baca selengkapnya

Thursday, February 8, 2018

WARGA JEPANG "MENGGILAI" URBAN FARMING

WARGA JEPANG "MENGGILAI" URBAN FARMING

Bagi Jepang konsep urban farming bukanlah hal baru. Sebab negeri matahari terbit ini, merupakan salah satu pelopor konsep bertani di perkotaan.

Di Jepang, hampir sepertiga pasokan produk pertanian di kota-kota besar berasal dari urban farming. Bahkan jumlah petani perkotaan ini mencapai seperempat dari jumlah petani yang ada di Jepang.
Rata-rata produktifitas hasil dari urban farming juga 3% lebuh tinggi dibandingkan lahan pertanian nasional. Begitupun dari segi pendapatan, petani urban farming penghasilannya lebih tinggi 10% dibandingkan petani pedesaan.

Tokyo menjadi kota dengan urban farming paling maju. Sebagai kota besar Tokyo yang dipenuhi gedung pencakar langit, apartemen dan hunian bertingkat lainnya. Ruang hijau dan kebun bagi warga kota pun berpindah tempat ke atap-atap gedung pencakar langit. Beberapa pakar pertanian yang bekerjasama dengan arsitek mengkreasikan lahan beton menjadi taman atau lahan bertani.

Seperti di pusat perbelanjaan Ginza, di sekeliling Matsuya Departement Store, dan kawasan perbelanjaan dan hiburan paling ramai DiverCity Tokyo Plaza, disulap sebagai lahan pertanian. Pengelola Driver City Tokyo Plaza juga menyewakan petak-petak lahan untuk berkebun di gedung tersebut.

Bagi yang belum bisa menumbuhkan tanaman, pemilik gedung akan membantu agar bisa menumbuhkan tanaman yang diinginkan. Berbagai teknologi pertanian perkotaan yang dikembangkan terus juga di ajarkan pada petani kota tersebut.

Menurut data The Ministry of Agriculture, Forestry and Fisheries (MAFF) lebih dari 85% penduduk Tokyo ingin memiliki lahan pertanian untuk menjamin pasokan makanan segar sekaligus ruang terbuka hijau bagi masyarakat.

MAFF bekerjasama dengan kementrian lain juga telah membuat desain lingkungan kota agar bisa mendukung sistem pertanian di perkotaan. Konsep ini pun ditularkan ke kota-kota besar lain di Jepang agar tidak tergantung pasokan hasil pertanian dari desa. (ih/tmr-berbagaisumber)


Sumber : Majalah IHorti
Baca selengkapnya

KENAPA KITA HARUS MAKAN SAYUR DAN BUAH SETIAP HARI?

Sayur dan buah, dua jenis makanan ini sangat disarankan untuk dikonsumsi setiap hari. Namun, sayangnya masih ada saja individu yang tidak suka sayur dan jarang makan buah. Padahal, makan sayur dan buah setiap hari mempunyai banyak manfaat untuk kesehatan.

Mengapa perlu makan sayur dan buah setiap hari?
Sayur dan buah merupakan dua hal yang tidak bisa terpisahkan. Keduanya mengandung vitamin dan mineral, serta serat yang dibutuhkan tubuh setiap hari. Beberapa vitamin dan mineral penting yang terkandung dalam sayurdan buah adalah vitamin A, vitamin C, vitamin E, magnesium, seng, kalium, fosfor, dan asam folat. Kandungan-kandungan ini tentu dapat memenuhi kebutuhan nutrisi anda, yang juga berguna untuk mencegah berbagai macam penyakit. Contohnya saja, kalium dalam pisang yang dapat membantu menurunkan tekanan darah tinggi, menurunkan resiko kehilangan massa tulang, dan mencegah batu ginjal.

Serat dalam sayur dan buah juga berperan dalam mencegah berbagai penyakit, seperti penyakit jantung, diabetes, stroke, dan penyakit yang berhubungan dengan sistem pencernaan. Hal ini karena serat dapat membantu anda dalam menurunkan kolesterol jahat, mengontrol kadar gula darah, melancarkan sistem pencernaan, dan membuat anda lebih kenyang sehingga tidak makan berlebih.

Kandungan nutrisi sayur dan buah berdasarkan warnanya
Berbagai warna yang terdapat dalam sayuran dan buah juga ternyata mempunyai arti masing-masing loh. Ini dia artinya :

- Sayur dan buah berwarna Merah (seperti tomat dan semangka) mengandung likopen. Likopen ini dapat membantu tubuh dalam melawan kanker tertentu, kangker prostat, dan juga penyakit jantung.

- Sayur dan buah berwarna Hijau (seperti bayam, kale, dan brokoli) mengandung lutein dan zeaxanthin. Dua zat ini dapat membantu mencegah penyakit mata terkait usia, seperti katarak.

- Sayur dan buah berwarna Biru dan Ungu (seperti terong dan blueberry) mengandung antosianin. Antosianin juga dapat membantu tubuh terhindar dari kanker.

- Sayur dan buah berwarna Putih (seperti kebang kol) mengandung sulforaphane. Zat ini juga dapat membantu melindungi tubuh kita dari berbagai jenis kanker.

Berapa banyak sayur dan buah yang dibutuhkan setiap hari?
Kemetrian kesehatan RI menyarankan untuk makan sayur dan buah sebanyak 5 porsi setiap hari. Begitu juga dengan organisasi kesehatan dunia WHO yang merekomendasikan makan sayur dan buah 5 porsi per hari. WHO telah mengumpulkan banyak bukti yang menemukan bahwa makan sayur dan buah minimal 400 gram per hari (1 porsi = 80 gram) diperlukan untuk :
1. Memenuhi kebutuhan nutrisi
2. Menurunkan resiko penyakit serius, seperti penyakit jantung, stroke, diabetes mellitus tipe 2, dan beberapa jenis kanker.

Lima porsi per hari adalah jumlah minimal. Jadi, semakin banyak anda mengkonsumsinya, maka semakin baik. Namun, rupanya jumlah porsi ini dirasa masih terlalu tinggi untuk orang Indonesia. Buktinya saja orang Indonesia masih kurang makan sayur dan buah. Riset kesehatan dasar 2013 melaporkan bahwa sejumlah 93,5% orang Indonesia masih kurang makan sayur dan buah (kurang dari 5 porsi per hari).

Cara menambahkan asupan sayur dan buah dalam menu makanan sehari-hari
Terdapat banyak cara yang dapat anda lakukan untuk menambahkan asupan sayur dan buah kedalam menu kita sehari-hari. Jadi, tidak ada lagi alasan bagi anda untuk melewati makan sayur dan buah setiap hari. Beberapa cara yang bisa anda lakukan adalah :

- Tambahkan irisan pisang, apel, strawberi, kiwi, dan lainnya ke dalam mankuk sereal anda setiap pagi. Anda juga bisa membuat yogurt yang ditambahkan buah-buahan atau salad buah setiap pagi untuk sarapan Anda.

- Saat makan siang atau malam, ambilah setidaknya satu atau dua porsi sayuran berbeda. Cara ini juga dapat membantu anda dalam menurunkan berat badan karena serat yang terkandung dalam sayuran dapat membuat anda kenyang lebih lama.

- Cobalah untuk selalu makan buah sebagai makanan penutup setelah makan makanan utama.
Jika anda membuat jus buah, tidak ada salahnya jika anda juga menambahkan sayuran ke dalamnya. Sehingga, nutrisi yang terkandung dalam jus tersebut semakin lengkap.

Jadilah buah sebagai makanan selingan anda ketika anda merasa lapar di antara waktu makan utama.


Sumber : https://www.hellosehat.com
Baca selengkapnya

Wednesday, February 7, 2018

KENDALIKAN HAMA TANAMAN CABAI DI MUSIM HUJAN DENGAN TEPAT

Penyakit tanaman memang sangat ditakuti setiap petani cabai di musim hujan. Risiko tanaman cabai terserang hama dan penyakit di musim ini akan lebih besar, yaitu karena kelembapan udara yang tinggi. Maka, perlu adanya pengendalian hama tanaman cabai saat musim hujan tiba.
Langkah apa saja yang harus anda lakukan untuk mengendalikan keadaan menyeramkan itu? Simak ulasan berikut yang akan membahas jenis hama yang bisa menyerang tanaman cabai di musim hujan.

1. Thrips

Hama ini berukuran sangat kecil dan lembut. Thrips muda berwarna kuning, sedangkan yang dewasa berwarna kecoklatan dengan kepala hitam yang biasa ditemui di dalam kelopak bunga tanaman cabai. Di musim hujan, thrips akan lebih resisten apabila penggunakan jenis insektisida tidak tepat.
Penyebabnya, yaitu kutu thrips parvispinus. Tanaman cabai yang terserang hama ini menunjukan gejala adanya bercak-bercak keperakan pada daun muda karena cairan daun dihisap dan daun tanaman keriting.

Cara pengendaliannya, hindari penanaman cabai dalam sekala luas (lebih dari 3 hektare) pada satu hamparan secara bertahapdengan selisih waktu lebih dari dua minggu antar blok. Hal ini akan memindahakan serangan thrips terus menerus sehingga tanaman muda akan rusak parah.
Selain itu, anda bisa meyemprotkan insektisida secara bergilir. Insektisida khusus untuk mengendalikan hama thrips misalnya Galil 300SC (1ml/l).

2. Ulat buah dan ulat daun

Pada penanaman cabai kriting saat musim hujan 1997/1998 di wilayah Bogor terjadi serangan hama ulat grayak. Hama ulat ini menyerang karena terlalu lama tanaman tidak disemprot insektisida. Hama ulat yang menyerang tanaman cabai ini adalah ulat Helicoverpa sp, dan Spodoptera sp.
Jika tanaman cabai terserang hama ulat, akan menunjukan gejala seperti buah berlubang. Cabai-cabai ini tidak laku dijual. Daun-daun cabai juga rusak.

Pengendalian yang bisa anda lakukan, yaitu dengan menyemprotkan insektisida Rimon Fast 1-2 ml/l atau Royalcyper 250 EC 1 ml/l untuk mengatasi serangan pada instar akhir. Untuk pengendalian pada serangan biasa, cukup menggunakan salah satu insektisida saja.

3. Lalat buah

Hama ini menyerang tanaman cabai di musim hujan, lalat betina menusuk buah cabai untuk meletakan telurnya. Jenis lalat buah yang biasa menyerang yaitu Bactrocera dorsalis.

Gejala yang ditimbulkan oleh hama ini, yaitu luka berupa tusukan pada tanaman cabai yang rontok. Bila buah dibelah, terlihat biji-biji berwarna hitam, daging buah cabai busuk, da nada belatung dari lalat buah. Seminggu kemudian, belatung keluar dengan melentingkan diri dan masuk ke tanah untuk berubah menjadi pupa dan seterusnya menjadi lalat muda.

Cara mengendalikan hama tersebut, yaitu lakukanlah sanitasi lingkungan dengan membuang buah rontok. Kemudian pasang perangkap berupa sex pheromone dengan bahan aktif metil eugenol. Perangkap ini hanya akan berfungsi bagi lalat jantan karena aroma dari metil eugenol merupakan bau serangga betina pada saat birahi.


Sumber : https://www.pertanianku.com
Baca selengkapnya

Sunday, November 26, 2017

BUDIDAYA CABAI KRITING


BUDIDAYA CABAI KRITING
Cabai atau cabe atau chili adlah buah dan tumbuhan anggota genus Capsicum. Buahnya dapat digolongkan sebagai sayuran maupun bumbu, tergantung bagaimana di gunakan. Sebagai bumbu, buah cabai yang pedas sangat popular di Asia Tenggara sebagi penguat rasa makanan. Bagi seni makanan padang, cabai bahkan di anggap sebagai “baham makanan pokok” ke supuluh (alih-alih Sembilan). Sangat sulit bagi masakan Padang dibuat tanpa cabai.

Manfaat Cabai
Cabai merah besar (Capsium annum L) merupakan salah satu jenis sayuran yang memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Cabai mengandung berbagai macam senyawa yang berguna bagi manusia dan cabai mengandung antioksidan yang berfungsi untuk menjaga tubuh dari serangan radikal bebas. Kandungan terbesar antioksidan ini adalah pada cabai hijau. Cabai juga mengandung lasparaginase dan capsaicin yang berperan sebagai zat anti kangker (Kilham 2006 Bano & Sivaramakrishnan 1980).

Cabai merupakan salah satu komoditas sayuran yang banyak dibudidayakan oleh petani di Indonesia karena memiliki harga jual yang tinggi dan memiliki beberapa manfaat kesehatan. Selain itu kandungan vitamin C yang cukup tinggi pada cabai dapat memenuhi kebutuhan harian setiap orang, namun harus dikonsumsi secukupnya untuk menghindari nyeri lambung.

Cara Penanaman

Langkah budidaya

1. Persemaian
Persiapan media semai

Komposisi media semai yang akan digunakan terdiri atas tanah, pupuk kandang dan pasir dengan komposisi sebanding (1:1:1). Kemudian campuran tersebut di siapkan untuk di masukan ke dalam mini polybag atau tray semai.

Kebutuhan benih cabai sekitar 200-250gr/ha, lakukan perendaman benih dengan air hangat selama ± 2 jam, tiriskan dan peram ± 2-4 hari, benih yang sudah berkecambah segera disemaikan.

Benih juga sesuaikan dengan area lahan kita di daerah rendah, menengah atau dataran tinggi
Semprotkan pupuk organic cair ±2-4 tutup botol/tangki pada bibit usia 7 dan 14 hss (hari setelah tanam)

2. Pengolahan lahan
Pegolahan lahan dilakukan tiga sampai empat minggu sebelum tanam yaitu dengan membajak, membalikan atau mencangkul tanah, memperbaiki aerasi tanah, mendekomposisikan gulma, dan mempermudan pembuatan bedengan.

Satu minggu kemudian dilakukan pembuatan bedengan sementara yaitu dengan membentuk bedengan berukuran lebar 110-120 cm, tinggi 40-50cm, lebar parit antar bedengan 50-60 cm, sedang panjang bedengan disesuaikan dengan lahan yang digunakan.
Setiap bedengan lantas di taburi kapur pertanian atau dolomite, aplikasi kaptan ini dilakukakan pada H-26 sebelum tanam. Kebutuhan kaptan disesuaikan dengan tingkat keasaman tanah sebelum diberi perlakuan, missal Ph tanah awal 5,6 makan kebutuhan kaptannya 2,65 ton/ha.

Pengapuran dan Pupuk Dasar

Pada bedengan juga diberikan pupuk organik pupuk berupa pupuk kandang sebanyak 20ton/ha atau rata-rata 1 kg/tanaman, ditambah insektisida karbofuran sebanyak 20kg/ha atau 1gr/tanaman. Sebaiknya hindari penggunaan pupuk kandang dari ungags terutama pada musim hujan.

Pupuk organik dan insektisida ini ditaburkan secara alur kiri dan kanan bedengan dimana nanti tanaman cabai ditanam. Pemberian pupuk ini dilakukan pada H-19.

Tambahkan juga pupuk dasar kimia pada bedengan jumlah kebutuhan pupuk kimia dihitung berdasarkan kebutuhan per tanaman, yaitu Urea 15gr,  SP-36 30 gr/tanaman, KCl 25 gr, ZA 26 gr/tanaman, dan Boron 0,5gr. Bila susah mendapatkan Urea dan KCL dan bisa diganti dengan NPK sebanyak 10gr/tanaman. Pupuk dasar kimia ini dilakukan pada H-5. Pupuk kimia ini ditaburkan secara alur ditengah bedengan dan tidak diaduk.

Usai perlakuan pupuk dasar, bedengan ditutup dengan tanah secara merata dan permukaan bedenganpun dirapihkan.

Langkah selanjutnya bedengan ditutup dengan mulsa plastic hitam perak. Warna hitam digunakan dibagian bawah sedangkan warna perak pada lapisan atas. Pemasangan mulsa plastik sebaiknya dilakukan pada siang hari saat matahari terik agar mulsa plastic bisa ditarik dan dikembangkan maksimal. Paling lambat 1hari sebelum tanam pada bedengan dibuat lubang tanam dengan cara melubangi mulsa secara hati-hati.

Tahapan pengolahan lahan
3. Proses Pindah Tanam
Buatlah lubang pada atas permukaan mulsa plastic dengan jarak 50 x 60 cm, atau 60 x 60 cm, atau 70 x 70 cm. Benih yang sudah menjadi bibit (mempunyai 5-6  helai daun) atau tanaman bibit berumur ± 21-30 hari. Perlu diperhatikan bahwa saat melepas polybag, bola tanah jangan sampai pecah agar tanaman tidak stress, layu atau bahkan bisa mati.
Penanaman sebaiknya dilakukan pada sore hari, agar tanaman muda tidak layu/mati karena terkena panas matahari dan lakukan penyiram setelah  selesai penanaman.

Agar tanaman tumbuh tegak dan tidak roboh di terpa angin maupun hujan tanaman dipasangin ajir. Ajir sepanjang 1,5 – 2 meter di pasang tegak dengan cara di tancapkan di tanah 25 cm kedalam tanah berjarak 10 cm dari tanaman. Pemasangan ajir sebaiknya dilakukan 1 – 7 hari setelah tanam agar tidak mengganggu perakaran tanaman

Pada usia 10 – 15 hst dilakukan perempelan tunas yang berada pada ketiak daun. Perempelan ini jangan sampai telat karena untuk efisiensi unsur hara dalam mengoptimalkan pertumbuhan. Sebaiknya perempelan dilakukan pada pagi hari. Perempelan di lakukan 5 – 6 kali sampai tunas-tunas air di bawah percabangan utama tidak tampak lagi. Berbarengan dengan perempelan tunas air, di lakukan pula pengikatan tanaman ke ajir. Lakukan dengan hati-hati jangan sampai menarik tanaman terlalu rapat dengan ajir, sehingga mengganggu sistem perakaran. Pengikatan pertama dilakukan dibatang dan setelah tanaman meninggi dilakukan pada percabangan pertama.

4.  Pemupukan dan Pemeliharaan Tanaman
Titik krusial tanaman cabai berada pada masa satu hari setelah tanam sampai masa pemanenan, selama itu pula tanaman mesti di rawat secara optimal. Garis besar pemeliharaan tanaman meliputi penyulaman, pengairan, pemupukan susulan dan pengendalian hama penyakit. Penyulaman dilakukan pada tanaman yang gagal tumbuh/mati. Penyulaman segera mungkin atau selambat-lambatnya 14 hari setelah tanam agar pertumbuhan tanaman keseluruhan seragam.

Cabai perlu butuh air tapi tidak berlebih sehingga penyiram dapat dilakukan secara berkala terutama di musim kemarau. Kecukupan air menjadi penting pada masa pembungaan dan pembentukan buah.

Selain kecukupan air, cabai perlu kecukupan unsur hara untuk dapat tumbuh dan berkembang secara optimal. Oleh karena itu dosis dan aplikasi pupuk susulan harus tepat. Pemupukan susulan dilakukan pada fase vegetatif yaitu pada usia 10 – 30 hst, dan masa generatif pada umur di atas 30 hst. Pupuk susulan pada fase vegetatif dilakukan sebanyak tiga kali yaitu pada usia 10 hst, 17 hst, dan 25 hst. Sedang pada fase generatif pada umur 30 – 35 hst, 40 – 45 hst, 55 – 60 hst dan 75 hst. Pemupukan berikutnya dilakukan dua minggu sekali hingga tanaman berusia 120 hst. Ragam dan dosis yang di butuhkan secara lengkap dapat di lihat pada tabel berikut.




5. Pengendalian hama dan penyakit dilakukan
Pengendalian hama dan penyakit dilakukakn apabila sudah dianggap merugikan secara ekonomi. Hama yang sering menyerang adlah thrips, aphids, ulat grayak, dan kutu daun. Penyakit yang sering menyerang adalah antraknosa, layu bakteri, busuk phytopthora dan virus.

Salah satu kendala utama dalam sistem produksi cabai di Indonesia adalah adanya serangan lalat buah pada buah cabai. Hama ini sering menyebabkan gagal panen. Buah cabai yang terserang sering tampak sehat dan utuh dari luar tetapi bila dilihat di dalamnya membusuk dan mengandung larva lalat. Penyebabnya terutama adalah lalat buah Bactrocera Carambolae. Karena gejala awalnya yang tak tampak jelas, sementara hama ini sebarannya masih terbatas di Indonesia, lalat buah menjadi hama karantina yang ditakuti sehingga dapat menjadi penghambat ekspor buah-buahan maupun pada produksi cabai.

Selain lalat buah, Kutudaun Myzus persicae (Hemiptera: Aphididae) merupakan salah satu hama penting pada budidaya cabai karena dapat menyebabkan kerusakan hingga 80%. Upaya pengendaliannya dapat menggunakan insektida nabati ekstrak Tephrosia vogelii dan Alpinia galanga.

Jenis hama, penyakit dan virus yang mengganggu tanaman cabai
Dalam pengendalian hama penyakit, penyiangan gulma juga merupakan hal yang penting dan harus dilakukan.

Serangan hama dan penyakit tidak mengenal musim. Oleh karena itu untuk mengantisipasi serangan hama dan penyakit sebaiknya dibuat jadwal penyemprotan. Volume semprot dan konsentrasi pestisida disesuaikan dengan anjuran yang tertera pada label kemasan pestisida. Untuk pestisida, kami menyarkan menggunakan pestisida yang ramah lingkungan atau menggunakan pestisida organik Sebelum aplikasi, pilih insektisida maupun fungisida sesuai jasad sasaran. Misalnya untuk mengendalikan virus kuning, jasad sasarannya adalah thrips, dan kutu kebul. Karena kedua hama inilah yang menularkan virus kuning. Demikian juga gulma-gulma yang tumbu pada parit antar bedengan harus dibersihkan karena menjadi sarang hama.


Penggunakan insektisida atau fungisida sebaiknya tidak menggunakan satu bahan aktif tetapi di selang seling dengan beberapa merk yang bahan aktif atau cara kerjanya berbeda. Hal ini berguna untuk menghidari kekebalan pada jazad sasaran.

6. Panen
Memasuki umur 100 – 120 hst, tergantung varietas yang ditanam, cabai sudah bisa di panen. Cabai biasa di panen 15 – 20 kali dengan interval 2 – 3 hari sekali. Dengan populasi 20.000 tanam / ha, dengan produktifitas 1 – 1,2 kg/tanaman. Maka hasil panennya menembuh 20 ton/ha


























Baca selengkapnya

GAYA HIDUP SEHAT ALA VEGETARIAN

VEGETARIAN adalah sebutan bagi orang yang hanya makan tumbuh-tumbuhan dan tidak mengonsumsi makanan yang berasal dari makhluk hidup sep...