• PERTANIAN INDONESIA

    Sejarah pertanian dalah bagian dari sejarah kebudayaan manusia. Pertanian muncul ketika suatu masyarakat mampu menjaga ketersediaan pangan bagi dirinya sendiri. Pertanian merupakan suatu kegiatan manusia yang termasuk di dalamnya yaitu bercocok tanam, peternakan, perikanan, dan juga kehutanan. Sebagian besar penduduk indonesia adalah sebagai petani, sehingga sektor pertanian sangat penting untuk di kembangkan di negara kita. 

    Indonesia merupakan salah satu negara agraris tropis terbesar di dunia setelah Brazil, dari 27 persen zona tropis di dunia, Indonesia memiliki 11 persen wilayah tropis yang dapat ditanami dan dibudidayakan setiap tahunnya. Luasnya wilayah dan lahan yang dapat ditanami ini menempatkan Indonesia berada pada posisi nomor 10 di dunia. Indonesia dinilai sebagai negera berkembang yang berhasil mencapai swasembada beras, karena keberhasilannya dalam memenuhi kebutuhan beras dalam negeri hingga masa panen berikutnya. Indonesia sempat menjadi Negara yang mandiri dalam perberasan, terlepas dari itu pada saat mencapai swasembada beras, Indonesia terlepas 100% dari bantuan impor beras negara lain. 

    Terkenalnya negeri ini dengan sebutan negara agraris ternyata hanya sekali mengantarkan kita mengalami swasembada beras, merupakan salah satu prestasi yang pernah diraih oleh Indonesia pada masa orde baru tepatnya pada 14 November 1985 saat Soeharto memberikan pidatonya pada sidang peringatan 40 tahun FAO (Food And Agriculture Organization) di Roma.  

    Kurun waktu awal tahun 2011, berbagai komoditas impor menjadi langganan Indonesia. Impor bawang merah mencapai 17,25 juta kilogram senilai US$ 5,9 juta (BPS, 2011). Impor cabe segar mencapai 2.796 ton dengan nilai 2,49 juta dollar AS. Ini hanya beberapa bagian dari sektor pertanian. Bidang peternakan, impor daging sapi mencapai angka 72.000 ton, sehingga harga daging yang diproduksi didalam negeri mengalami penurunan drastis. Ditemukannya impor ikan illegal sebesar 12.060 ton atau 245 kontainer yang ditemukan di beberapa pelabuhan dan bandara, yang ternyata 60 persen berasal dari China jelas mengiris hati para nelayan Indonesia. 

    Kebijakan pemerintah yang menurunkan tarif impor pangan merupakan bagian dari komitmen perdagangan bebas, melalui World Trade Organization (WTO) dan Free Trade Agreement (FTA) sehingga menjadikan harga pangan impor di Indonesia menjadi rendah harganya. Inilah awal dari hancurnya Kedaulatan Petani dan Pangan Nasional. 

    Sistem Pertanian di Indonesia

    Berbisnis dalam bidang pertanian memang bukan hal yang mudah, namun juga bukan suatu yang sulit untuk dilakukan dan dikembangkan. Berbisnis di bidang pertanian masih terbuka sangat lebar dan luas, karena produksi hasil pertanian masih sangat dibutuhkan baik sebagai penyedia kebutuhan pangan, papan, sandang dan lainnya. Suatu peluang bisnis yang sangat menjanjikan jika mampu mengolah dan mengembangkannya. Untuk mengembangkan sektor pertanian di Indonesia ada beberapa cara untuk menerapkannya, diantaranya dengan sistem pertanian. Melalui sistem ini nantinya kita dapat memilih dan memilah akan menggunakan sistem pertanian apa yang cocok dengan kondisi tempat kita. Lalu sistem pertanian manakah yang cocok di lakukan di Indonesia :

    1.Sistem lading Sistem ini merupakan sistem yang paling primitif. Suatu sistem peralihan dari tahap budaya pengumpul ke tahap budaya penanam. Pengolahan tanahnya pun sangat minimum, produktivitas bergantung kepada ketersediaan lapisan humus yang ada, yang terjadi karena sistem hutan. Sistem ini biasanya terdapat di daerah yang berpenduduk sedikit dengan ketersediaan lahan yang tak terbatas. Tanaman yang ditanam biasanya tenaman pangan, seperti padai darat, jagung dan umbi-umbian.

    2.Sistem tegal pekarangan (talun) Sistem ini berkembang pada lahan-lahan kering yang jauh dari sumber-sumber air yang cukup. Sistem ini dilakukan oleh orang yang telah lama mentap di wilayah itu. Pengolahan sistem ini pada umumnya jarang menggunakan tenaga yang intensif, seperti menggunakan tenaga hewan. Tanaman yang dibudidaya adalah tanaman yang tahan kekeringan dan jenis pohon-pohonan.

    3.Sistem sawah Sistem ini merupakan teknik budaya yang tinggi, terutama dalam pengolahan tanah dan pengelolaan air. Sehingga tercapai pula stabilitas biologi yang tinggi, kesuburan tanahpun dapat dipertahankan. Hal ini dicapai dengan sistem pengairan terus menerus dan drainase yang baik. Dengan sistem sawah makan akan dicapai potensi besar untuk produksi pangan, baik padi maupun palawij. Bahkan beberapa daerah, pertanian tebu dan tembakau menggunakan sistem sawah.

    Jenis-jenis sistem sawah :
    a.Sawah irigasi teknis
    b.Sawah irigasi setengah teknis
    c.Sawah irigasi sederhana
    d.Sawah irigasi pompa
    e.Sawah irigasi tadah hujan
    f.Sawah irigasi pasang surut

    4.Sistem perkebunan Sistem perkebunan rakyat maupunperkebunan besar yang dulu milik sewasta, kini kebanyakan perusahaan Negara yang mengelolanya. Hal ini terjadi karena didorong oleh kebutuhan tanaman ekspor seperti kopi, the dan coklat yang merupakan hasil utama. Saat ini perkebunan berkembang dengan sistem manajemen yang berbasis industri pertanian.

    5.Sistem pertanian organik Sistem ini pada dasarnya adalah menghindari segala pemakaian bahan kimia terhadap tanah dan tumbuhan. Jadi dalam pengolahannya menggunakan bahan-bahan alami tentunya, pupuk yang digunakan seperti pupuk kompos organic. Sistem pertanian ini semakin popular saja, semakin banyak masyarakat yang tersadar akan pentingnya pola hidup sehat. Karena dalam sistem ini mengandung berbagai manfaat, antara lain tanaman yang dihasilkan bebas dari residua tau sisa-sisa pestisida dan bahan kimia lainnyayang disebabkan oleh kegiatan pemupukan. Produk yang dihasilkan dari sistem organic ini jelas lebih sehat dan segar. Tanaman yang dibudidayakan secara organic ini mampu menjaga kelestarian dan keseimbangan alam.

    6.Sistem pekarangan Pekerangan adalah sebidang tanah yang berada di sekitar rumah tinggal dan umumnya berpagar keliling. Biasanya di lahan pekarangan tumbuh berbagai ragam tanaman. Lahan pekarangan beserta ininya merupakan suatu kesatuan kehidupan yang saling menguntungkan. Sebagian dari tanaman dimanfaatkan untuk makanan manusia dan sebagian lagi untuk ternak, sedangkan kotoran ternak digunakan sebagai pupuk kandang untuk menyuburkan tanah pekarangan. Dengan demikian, adanya keterkaitan antara tanah, tanaman, hewan peliharaan, dan manusia dalam satu tempat sebagai satu kesatuan yang terpadu (simbiosis mutualisme).

    7.Pertanian organik modern Beberapa tahun terakhir, pertanian organik modern masuk dalam sistem pertanian Indonesia secra sporadic dan kecil-kecilan. Pertanian organik modern berkembang memproduksi bahan pangan yang aman bagi kesehatan dan sistem produksi yang ramah lingkungan. Tetapi secara umum konsep pertanian organik modern belum banyak dikenal dan masih banyak dipertanyakan. Penekanan sementara ini lebih kepada meninggalkan pemakaian pestisida sintetis. 

    Dengan makin berkembangnya pengetahuan dan teknologi kesehatan, lingkungan hidup, mikrobiologi, kimia, molekuler biologi, biokimia dan lain-lain, pertanian organik dan terus berkembang Dalam sistem pertanian organik modern diperlukan standar mutu dan ini diberlakukan oleh Negara-negara pengimpor dengan sangat ketat. Sering atu produk pertanian organik harus dikembalikan ke Negara pengekspor termasuk ke Indonesia karena masih ditemukan kandungan residu pestisida maupun bahan kimia lainnya.

    Lambat laun pertanian Indonesia semakin menurun dengan berbagai faktor penyebab menurunnya hasil pertanian. Mulai dari alihfungsi lahan pertanian, menyurutnya sumber air, ketersediaan sarana produksi makin berkurang, sempitnya luas garapan petani, masalah pasca panen, masalah kelembagaan, hama penyakit, ketimpangan harga imput, output pertanian, produk pertanian lokal muncul kompetitif. Selain itu integritas vertical yang kurang kuat, kurangnya dukungan teknologi industry pertanian, akses lembaga keuangan rendah, petani terjepit oleh kenaikan NJOP serta profesi pertanian semakin kurang menarik dan sebagian petani berganti profesi, sedangkan generasi muda sekarang juga sedikit yang mau bertani, bahkan sarjana pertanian tidak mau terjun ke pertanian dan memilih kerja kantoran menjadi karyawan bank, PNS dan sebagainya. Selain itu juga di dorong karena banyaknya orang tua yang beranggapan kalau anaknya harus jadi pegawai kantoran dan lebih terpandang dan di hargai orang di banding bertani.
  • You might also like

    No comments:

    Post a Comment

Powered by Blogger.

About Me

GAYA HIDUP SEHAT ALA VEGETARIAN

VEGETARIAN adalah sebutan bagi orang yang hanya makan tumbuh-tumbuhan dan tidak mengonsumsi makanan yang berasal dari makhluk hidup sep...

Followers

Komentar

[recent]

Recent Posts

3/recentposts

Popular Posts

Most Popular