PETANI MUDA UNTUK INDONESIA

PEMUPUKAN SISTEM KOCOR YANG HEMAT BIAYA DAN TENAGA

APLIKASI PEMUPUKAN SISTEM KOCOR
Budidaya cabai salah satu kegiatan bercocok tanam yang memerlukan perhatian khusus dan membutuhkan keahlian dan ketekunan kita serta ilmu dan wawasan tentang cara budidaya cabai yang baik. Oleh karena itu dalam budidaya cabai harus menerapkan teknik yang sesuai dan benar, meliputi cara pengolahan lahan, pemberian pupuk dasar, pemberian pupuk susulan yang tepat, dan penanganan hama serta penyakit yang selalu menjadi momok menakutkan bagi petani cabai. Dengan kita mempelajari dan selalu berinovasi dalam menerapkan teknik dalam budidaya cabai.

Tanaman cabai membutuhkan asupan nutrisi yang cukup dan tepat agar tumbuh dan tumbuh secara maksimal. Selain pupuk dasar, tanaman cabai juga membutuhkan pemupukan susulan yaitu pemberian pupuk setelah tanam sampai masa panen. Pemupukan susulan dimaksudkan agar tanaman tidak kekurangan nutrisi pada saat pertumbuhan vegetatif, generative, sampai masa panen tiba.

Dalam pemberian pupuk susulan bisa di lakukan dengan 2 cara, yaitu dengan cara tabur dan cara kocor. Kedua aplikasi tersebut sesuai dengan kondisi musim, apabila musim kemarau pemupukan susulan lebih efektif dengan kocor, dan jika musim penghujan pemupukan susulan dilakukan dengan cara ditabur. Pemupukan susulan dengan cara di kocor atau pengocoran, lebih menguntungkan dari hemat waktu, tenaga karena sekaligus menyiram tanaman serta lebih hemat dalam penggunaan pupuk. Yang lebih utama dalam pemupukan susulan dengan teknik kocor ini yaitu nutrisi pupuk yang diperlukan oleh tanaman cepat diserap oleh tanaman.

Pemupukan susulan dengan cara kocor harus menggunakan dosis yang tepat. Maka dari itu kita harus membuat aplikasi yang sesuai dan mengandung unsur hara baik makro maupun mikro yang sangat.

Berikut ini dosis dan cara pemupukan susulan tanaman cabai untuk 700-1000 meter persegi atau 1000 tanaman :

1. Pemupukan susulan pertama pada fase vegetatif.
            Usia 1 – 4 minggu setelah tanam .
Urea
ZA
KCL
NPK
Pupuk Organik Cair
Interval

± 10 sdm

± 10 sdm

± 10 sdm

± 10 sdm

± 5-10 sdm

1 minggu

Aplikasi tersebut dicampur dengan ± 50 liter air, siramkan ±1 gelas setiap lubang tanam ( ± 200 cc ).
Pemupukan kocor

Pada usia 25 hst kita juga mengaplikasikan pemupukan daun dengan sistem semprot. Pupuk daun MKP dosis 3 – 6 sdm per tangki. Penambahan pupuk makro 250 gram per 200 liter air dan kalsium (Ca), interval penyemprotan 7 hari sekali sampai usia tanaman 70 – 75 hst. (Pupuk makro : Vita, Santa mikto, growmore).
Penyemprotan pupuk daun

2. Pemupukan susulan kedua pada fase generative.
            Usia > 30 hst dan seterusnya.
Urea
ZA
KCL
NPK
Pupuk Organik Cair
Interval

± 10 sdm

± 20 sdm

± 20 sdm

± 20 sdm

± 10-20 sdm

1 minggu


Aplikasi tersebut dicampur dengan ± 50 liter air, siramkan ± 2 - 3 gelas setiap lubang tanam ( ± 400 - 600 cc ).


Pada usia 25 hst kita juga mengaplikasikan pemupukan daun dengan sistem semprot. Pupuk daun MKP dosis 3 – 6 sdm per tangki. Pemberian pupuk sesuai dengan kebutuhan tanaman.

Dalam membuat aplikasi pemupukan dengan menggunakan pupuk makro atau pupuk kimia harus tepat jangan berlebihan, agar tanah pertanian kita tetap terjaga kwalitasnya.

Mari jadilah petani Indonesia yang bijak dalam menggunakan pupuk ataupun obat-obatan kimia.
Share:

No comments:

Post a Comment

Popular Posts

Powered by Blogger.

Search This Blog

Blog Archive

More Post

Some More Post

Recent Comments

Social Share

Random Post

Popular Posts

Most Popular